-=TotaL Pengunjung=-

-=Popular Posts=-

Lestari Girsang. Diberdayakan oleh Blogger.

Rabu, 27 Juni 2012

Tugas TekKom Makalah Fenomena Alam


FENOMENA ALAM DI SIBOLGA “BANJIR”
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Teknik Komunikasi



OLEH :

LESTARI GIRSANG
21040111060008




PROGRAM STUDI DIPLOMA III
JURUSAN PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO
2012







ABSTRAK

Laporan yang berjudul “Fenomena Alam di Sibolga” yang membahas tentang keadaan alam Sibolga  yang sebagian wilayahnya rentan terhadap bencana banjir. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui  penyebab terjadinya banjir, sehingga dapat menghambat aktivitas masyarakat. Metode yang digunakan adalah metode pengumpulan data. Berdasarkan data yang diperoleh, penyebab banjir yang terjadi di sibolga adalah Buruknya saluran drainase, ditambah faktor alam berupa pasang surut air laut. serta kerapnya warga membuang sampah ke selokan mengakibatkan selokan menjadi tersumbat. Ada beberapa solusi untuk menangani masalah ini yaitu pemerintahan harus memperbaiki saluran drainase, serta masyarakat harus menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarang dan bergotongroyong setidaknya semingggu sekali untuk membersihkan got yang ada dilingkungannya.


A.    Pendahuluan
Banjir merupakan kata yang begitu popular Indonesia, khususnya dalam musim hujan, mengingat hampir semua kota di Indonesia mengalami banjir temasuk kota sibolga. Permasalahan banjir diperkotaan diakibatkan pemanfaatan lahan yang tidak tertib inilah menyebabkan persoalan drainase menjadi sangat kompleks.
Kota Sibolga terletak di Teluk Tapian Nauli membentang secara geografis wilayah kota Sibolga, berada pada garis 01°44” Lintang Utara dan 98° 47” Timur yang menbujur sepanjang pinggiran pantai arah selatan ke utara ditepi Pantai Barat Pulau Sumatera bagian Utara. Kota Sibolga merupakan kota pantai yang berbatasan langsung dengan daerah perbukitan (gugus bukit  barisan). Kondisi bentang alam kota Sibolga yang sedemikian rupa mengakibatkan Kota Sibolga terbagi menjadi 2 kategori yang ekstrim daerah dengan kemiringan lahan yang landai dan daerah terjal. Batas air sungai-sungai yang melintasi kota Sibolga semuanya adalah kawasan perbukitan yang terjal, sehingga bagian hulu sungai-sungai tersebut mampu mengerus tebing (erosi) dan membawa endapan kedaerah landai di sepanjang garis pantai. Pada umumnya, muara-muara sungai disepanjang Pantai Sibolga dipenuhi oleh endapan/sedimen sehingga aliran drainase kota yang bermuara ke sungai-sungai tersebut terhambat dan menimbulkan genangan di daerah permukiman.

B.  Isu Permasalahan
Sempitnya lahan dan jumlah penduduk yang banyak  di  kota Sibolga mengakibatkan terjadinya desakan permukiman penduduk ke arah laut yakni dengan cara menimbun seperti di daerah  pasir bidang, pondok batu, ketapang, mela, dan lain-lain. Kondisi yang sedemikian mengakibatkan kemiringan bentuk aliran air daripada drainase. Drainase eksisting menjadi lebih kecil dan kapasitasnya menjadi berkurang.  Oleh sebab itu Pemerintah harus memperbaiki infrastruktur  dengan melaksanakan proyek drainase pada daerah rawan banjir dan masyarkat harus menjaga lingkungan dengan baik dengan tidak membuat sampah sembarangan agar parit atau got tidak tersembat pada  waktu hujan datang.

C.    Pembahasan
Menurut SK SNI M-18-1989-F (1989) dalam (Suparta (2004) dijelaskan bahwa Banjir adalah aliran yang relatif tinggi, dan tidak tertampung oleh alur sungai atau saluran. Aliran yang dimaksud disini adalah aliran air yang sumbernya bisa dari mana aja. Dan air itu ngeluyur keluar dari sungai atau saluran karena sungai atau salurannya sudah melebihi kapasitasnya. Kondisi inilah yang disebut banjir.
Menurut Yulie, Banjir adalah peristiwa tergenang dan terbenamnya daratan (yang biasanya kering) karena volume air yang meningkat[1]. Banjir dapat terjadi karena peluapan air yang berlebihan di suatu tempat akibat hujan besar, peluapan air sungai, atau pecahnya bendungan sungai.
Sementara menurut Wahyuancol, Banjir merupakan fenomena alam yang biasa terjadi di suatu kawasan yang banyak dialiri oleh aliran sungai. Secara sederhana banjir dapat didefinisikan sebagainya hadirnya air di suatu kawasan luas sehingga menutupi permukaan bumi kawasan tersebut.
D.    Penutup
·           Kesimpulan
Persoalan banjir merupakan persoalan utama yang paling meresahkan masyarakat. Banjir yang sering terjadi di Sibolga dikarenakan drainase tidak mampu berfungsi secara maksimal akibat sampah yang dibuang secara sembarangan serta rancang bangunan drainase juga salah. Banjir juga disertai dengan banjir lumpur yang berasal dari pembangunan GOR di daerah perbukitan. Hal tersebut membuat masyarakat khawatir akan terjadi longsor., dan  terkadang memilih untuk mengungsi.
Pemerintahan juga sudah melakukan pembenahan pembangunan drainase pada daerah-daerah yang sering kebanjiran. Dan mengharapkan masyarkat dan bekerjasama dengan pemerintah dalam proses pembangunan tersebut agar berjalan dengan lancer dan baik.

·           Referensi


separador

0 Comment Loe:

Posting Komentar

-=Translate=-

Followers